Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Partai Politik untuk Mewujudkan Tindakan Afirmatif di Kalimantan Selatan
DOI:
https://doi.org/10.30641/ham.2023.14.235-250Kata Kunci:
kader perempuan, kelembagaan partai politik, pendidikan politik, tindakan afirmatifAbstrak
Tindakan afirmatif adalah program yang ditargetkan untuk mempromosikan representasi yang setara dan adil untuk keterlibatan dan penyertaan perempuan dalam politik dan pemerintahan, berdasarkan pengakuan bahwa hak-hak perempuan adalah bagian dari hak asasi manusia yang lebih luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan praktis tindakan afirmatif di bidang politik nasional dan regional, dengan fokus khusus pada Provinsi Kalimantan Selatan, yang menampilkan idiosinkrasi budaya patriarki dan keterbukaan sosial. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pertanyaan mendasar tentang apakah pemberian pendidikan politik yang terfokus kepada kader perempuan, di dalam struktur partai politik yang sudah mapan, dapat menghasilkan peningkatan tingkat keterwakilan perempuan. Penelitian ini memilih sampel dari lima cabang DPD/DPW partai politik terkemuka, yang diidentifikasi sebagai lima peraih suara terbanyak pada Pemilu 2019 di wilayah tersebut. Penggunaan teori kelembagaan tercakup dalam pendekatan analisis. Dengan menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, proses pemilihan partisipan penelitian dilakukan secara purposive sampling, yang mencakup sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini secara signifikan berkontribusi dalam mendukung dan memvalidasi kebijakan tindakan afirmatif dan meningkatkan capaian keterwakilan perempuan, terutama dengan menekankan pentingnya aspek kelembagaan di dalam partai politik. Dengan mendorong pendidikan politik bagi kader perempuan, hal ini secara langsung memenuhi aspek fundamental hak asasi politik perempuan. Upaya ini membutuhkan keberanian dan kemurahan hati partai politik untuk mengadvokasi pendidikan politik khusus perempuan untuk dimasukkan ke dalam AD/ART partai sebagai dasar hukum formal dan komitmen jangka panjang untuk menegakkan tindakan afirmatif sebagai kewajiban sosial partai politik.
Unduhan
Referensi
Ariani Lies. "Partisipasi Perempuan Di Legislatif Melalui Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Provinsi Kalimantan Selatan." Jurnal Konstitusi PKK-FH Universitas Lambung Mangkurat II, no. 1 (June 2009): 46-60.
Arianto, Bambang. "Menakar Sayap Politik Perempuan : Studi Garnita Malayahati Partai NasDem Yogyakarta." Ijd-Demos 1, no. 3 (2019): 307-29. https://doi.org/10.31506/ijd.v1i3.25.
Bagues, Manuel, and Pamela Campa. "Can Gender Quotas in Candidate Lists Empower Women? Evidence from a Regression Discontinuity Design." Journal of Public Economics 194 (December 23, 2021): 104315. https://doi.org/10.1016/j.jpubeco.2020.104315.
Ballington, Julie, Randi Davis, Mireya Reith, Carole Njoki, Alyson Kozma, and Elizabeth Powley. Pemberdayaan Perempuan Demi Partai Politik Yang Lebih Kuat. New York: UNDP, 2011.
Basedau, Matthias, and Alexander Stroh. "Measuring Party Institutionalization in Developing Countries: A New Research Instrument Applied to 28 African Political Parties." SSRN Electronic Journal. Hamburg, Germany, 2008. https://doi.org/10.2139/ssrn.1119203.
Blackburn, Susan. Women and The State in Modern Indonesia. Cambridge: Cambridge University Press, 2004.
BPS. "Keterlibatan Perempuan Di Parlemen (Persen), 2019-2020." bps.go.id, 2023. https://www.bps.go.id/indicator/40/464/2/keterlibatan-perempuan-di-parlemen.html.
Caglar, Gülay. "Gender Mainstreaming." In Politics and Gender, 9:336-44. London: Cambridge University Press, 2013. https://doi.org/10.1017/S1743923X13000214.
Department of Economic and Social Affairs, and United Nations. "Inequality in a Rapidly Changing World." World Social Report 2020, 2020.
Dimitrova-Grajzl, Valentina, and Iyabo Obasanjo. "Do Parliamentary Gender Quotas Decrease Gender Inequality? The Case of African Countries." Constitutional Political Economy 30 (January 21, 2019): 149-76. https://doi.org/10.1007/s10602-018-09272-0.
Donaldson, Mike. "What Is Hegemonic Masculinity?" Theory and Society 22, no. 5 (1993): 643-57.
Farrior, Stephanie. Equality and Non-Discrimination under International Law. Edited by Stephanie Farrior. Equality and Non-Discrimination Under International Law. 1st Editio. Vol. 2. New York: Routledge, 2017. https://doi.org/10.4324/9781315094410.
Indonesia, Republik. Undang-Undang Dasar RI 1945 (1945).
"”"”"”. "Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik," 2008.
Khikmawanto. "Pelembagaan Partai Politik (Assessment Derajat Kesisteman Vicky Randall Dan Lars Svasan Pada Partai Gerindra Kota Tangerang)." Jurnal Mozaik XIII, no. 1 (2021): 33-46.
Lari, Noora, Mohammad Al-Ansari, and Engi El-Maghraby. "Challenging Gender Norms: Women's Leadership, Political Authority, and Autonomy." Gender in Management 37, no. 4 (May 4, 2022): 476-93. https://doi.org/10.1108/GM-06-2021-0159.
Lassébie, Julie. "Gender Quotas and the Selection of Local Politicians: Evidence from French Municipal Elections." European Journal of Political Economy 62 (December 28, 2020): 101842. https://doi.org/10.1016/j.ejpoleco.2019.101842.
Lederer, Nicole M. "Affirmative Action: A Never-Ending Story?" The University of Adelaide, Australia, 2013.
Ma'mun, Sukron, and Ibnu Akbar Maliki. "A Socio-Historical Study of Women 's Rights Advocacy in Islamic Legal Construction." Journal of Southeast Asia Human Rights 7, no. 1 (2023): 1-20. https://doi.org/10.19184/jseahr.v7i1.39156.
Majola, Brian K. "Political Party and Municipal Councils' Strategies in Empowering Women Ward Councillors in South Africa." Academic Journal of Interdisciplinary Studies 11, no. 2 (March 5, 2022): 264-74. https://doi.org/10.36941/ajis-2022-0050.
Misbah Zulfa Elizabeth. "Resistensi Perempuan Di Lembaga Legislatif (Studi Kasus Di Kalangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jawa Tengah)." Universitas Gadjah Mada, 2015.
Muharam, Ricky Santoso, and Ari Pradhanawati. "Fulfillment of Women 's Political Rights through Mainstreaming Gender Quotas in Election Supervisory Board" 13, no. 3 (2023): 406-23. https://doi.org/https://doi.org/10.26618/ojip.v13i3.12691.
Muharam, Ricky Santoso, and Danang Prasetyo. "Pemenuhan Hak Politik Perempuan Sebagai Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020." Jurnal HAM 12, no. 2 (August 26, 2021): 273. https://doi.org/10.30641/ham.2021.12.273-284.
Nation, United. Convention on eliminating all forms of discrimination against women (1979). https://doi.org/10.5771/1866-377x-2009-2-68.
"”"”"”. Convention on the political rights of women (1953).
"”"”"”. "Mandate of UN Human Rights," 2023. https://www.ohchr.org/en/about-us/mandate-un-human-rights.
Nations, United. Women's Rights Are Human Rights. United Nations. Vol. 10. New York and Geneva: United Nations Human Rights Office of The High Commissioner, 2014. https://doi.org/10.1080/00064246.1979.11414043.
Nurdin, Putri Handayani. "Politik Hukum Pengaturan Pendidikan Politik Oleh Partai Politik." Jambura Law Review 1, no. 2 (2019): 144-66. https://doi.org/10.33756/jalrev.v1i2.1977.
Nyman, Mikaela. Democratising Indonesia. Copenhagen: Nordic Institute of Asian Studies Press, 2006.
Pemerintah Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1984, Pub. L. No. 7, Undang-Undang (1984).
Qureshi, Abeeda, and Sara Ahmad. "Reserved Seats for Women in Pakistan: Reinforcement of Patriarchy and Powerlessness (2002-2018)." Women's Studies International Forum 94 (July 28, 2022): 102629. https://doi.org/10.1016/j.wsif.2022.102629.
Randall, Vicky, and Lars Svåsand. "Party Institutionalization in New Democracies." Party Politics 8, no. 1 (2002): 5-29. https://doi.org/10.1177/1354068802008001001.
Republik, and Indonesia. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, Pub. L. No. 2, Undang-Undang (2011).
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 199 tentang HAM, Pub. L. No. 39, Undang-Undang (1999).
Republik, and Indonesia. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Pub. L. No. 7, Undang-Undang (2017).
Rosen, Jennifer. "Gender Quotas for Women in National Politics: A Comparative Analysis Across Development Thresholds." Social Science Research 66 (February 2, 2017): 82-101. https://doi.org/10.1016/j.ssresearch.2017.01.008.
Sánchez-GarcÃa, Julia, Ana Isabel Gil-Lacruz, and Marta Gil-Lacruz. "The Influence of Gender Equality on Volunteering among European Senior Citizens." Voluntas 33, no. 4 (2022): 820-32. https://doi.org/10.1007/s11266-021-00443-6.
Sari, Haryanti Puspa, and Icha Rastika. "Puan Maharani Jadi Ketua DPR: Raih Suara Terbanyak Pileg, Minta Restu Ibu, Hingga Ingin Jadi Inspirasi Puan Maharani Jadi Ketua DPR: Raih Suara Terbanyak Pileg, Minta Restu Ibu, Hingga Ingin Jadi Inspirasi." Kompas.Com, 2019.
Satria Buana, Mirza, Erlina Erlina, and Eka Yulia Rahman. "Paradigma Pendidikan Politik Antikorupsi Dan Kesetaraan Gender Di Partai Politik." INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi 7, no. 1 (June 25, 2021): 23-42. https://doi.org/10.32697/integritas.v7i1.733.
Satriawan, Hera Alvina. "Kedudukan AD/ART Partai Politik Dalam Hierarki Peraturan Perundang-Undangan Terkait Kewenangan Uji Materil Oleh Mahkamah Agung." Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune 5, no. 1 (February 2022): 54-66.
Setiawan, Ken M.P., and Dirk Tomsa. "Defending a Vulnerable yet Resilient Democracy: Civil Society Activism in Jokowi's Indonesia." Journal of Current Southeast Asian Affairs 42, no. 3 (2023): 350-71. https://doi.org/10.1177/18681034231209058.
Stauffer, Katelyn E. "Public Perceptions of Women's Inclusion and Feelings of Political Efficacy." American Political Science Review, 2021, 1-16. https://doi.org/10.1017/S0003055421000678.
Suhaimi, Else. "Prinsip-Prinsip Umum Rekrutmen Politik Sebagai Landasan Idiil Penyusunan Pola Rekrutmen Dalam AD/ART Partai Politik Di Indonesia." Jurnal Tripantang 7, no. 1 (June 15, 2021): 27-51. https://doi.org/https://doi.org/10.51517/jhtp.v7i1.295.
Sulastri, Rini. "Hambatan Dan Tantangan Perempuan Anggota Legislatif Pasca Affirmative Action." Khazanah Multidisplin 1, no. 2 (November 28, 2020): 137-55.
Sweinstani, Mouliza K.D. "Partai Islam, Tafsif Agama, Dan Representasi Perempuan Dalam Partai Persatuan Pembangunan." Politika: Jurnal Ilmu Politik 10, no. 2 (October 2019): 179-98. https://doi.org/10.14710/politika.10.2.2019.170-185.
Tremblay, Manon. "Women's Political Representation: Does the Electoral System Matter?" Political Science 57, no. 1 (2005): 59-75. https://doi.org/10.1177/003231870505700105.
Ufen, Andreas. "Political Party and Party System Institutionalization in Southeast Asia: Lessons for Democratic Consolidation in Indonesia, the Philippines and Thailand." Pacific Review 21, no. 3 (2008): 327-50. https://doi.org/10.1080/09512740802134174.
Umagapi, Juniar Laraswanda. "Representasi Perempuan Di Parlemen Hasil Pemilu 2019: Tantangan Dan Peluang." Kajian 25, no. 1 (March 31, 2020): 19-34.
Women, UN. "Five-Year Review of the Implementation of the Beijing Declaration and Platform for Action (Beijing + 5) Held in the General Assembly, 5 - 9 June 2000." United Nations entity for gender equality and the empowerment of women, 2000. https://www.un.org/womenwatch/daw/followup/beijing+5.htm.
Zwart, Frank de. "The Logic of Affirmative Action: Caste, Class and Quotas in India." Acta Sociologica 43, no. 3 (2000): 235-49. https://doi.org/10.1177/000169930004300304.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Ellisa Vikalista, Hardi Warsono, Rina Martini, Dewi Erowati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal HAM hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License













